Photo by: Riza Mahbub
Taman Kota Pati (17/12/2023), Kabar terma- Maraknya bisnis online berdampak pada omset pedagang kaki lima ( PKL ) pasalnya, banyak pembeli yang beralih ke jual beli online, sehingga banyak PKL yang mengalami penurunan omset, bahkan ada yang tidak berpenghasilan sama sekali.
Hal itu dialami oleh Warsini (50) yang merupakan pedagang batagor dan es kelapa muda yang sudah berjualan selama 14 tahun. Akibat dari maraknya bisnis online, berdampak pada penghasilannya yang menurun hingga 50 persen. Penurunan omset tersebut dipengaruhi oleh membludaknya bisnis online, yang mengakibatkan menurunnya jumlah pembeli. “Kalau waktu sepi pernah 80 ribu bahkan 50 ribu per hari juga pernah,” ujarnya.
Warsini membuka lapaknya mulai dari pukul 08.00 - 17.00 WIB. Waktu paling ramai pembeli biasanya hanya di waktu libur. Kebanyakan pembeli berasal dari kalangan pelajar dan pegawai koperasi. Modal awal Warsini membuka warung, berasal dari tabungan dan ia berinisiatif menjadi pedagang karena tidak ada penghasilan lain.
“Saya tidak punya suami, sudah punya anak tiga, yang satu sudah berkeluarga dan yang dua masih sekolah, jalan satu-satunya untuk membiayai sekolah dan ,memenuhi kebutuhan hidup adalah berdagang,” ujarnya lagi.
Rumit dan tidak tau cara mengoperasikan bisnis online, menjadi penyebab Warsini tidak mau beralih jualan lewat online. “Meski pendapatan berkurang, tapi masih bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Warsini berharap usahanya terus berjalan di tengah maraknya bisnis online, sehingga ia bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.
Reporter: Agus Prastiyo, Riza Mahbub
Editor: Nafisah

