Photo by: Malikhatun (Kru Magang)
Pati-Ashari (43) merupakan peternak bebek asal Desa Pagerharjo, Rt 03 Rw 04, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati. Usahanya dimulai sejak beberapa bulan lalu karena terinspirasi oleh sahabatnya. Baginya, beternak bebek bukan hanya sebagai usaha sampingan untuk menambah penghasilan, tetapi juga dapat memenuhi kebutuhan gizi bagi keluarganya, sekaligus menyalurkan hobi untuk menghilangkan kejenuhan di sela rutinitas pekerjaan harian, (13/01/2023).
"Untuk menghilangkan kejenuhan karena rutinitas pekerjaan, banyak orang menyarankan kepada saya untuk beternak sapi, maupun kambing. Tapi saya berpikir, bagaimana hobi itu menghasilkan sesuatu yang berguna, maka saya ambil ternak bebek untuk mengisi waktu luang saya saat libur bekerja," tuturnya.
Usaha Ashari masih tergolong rumahan, karena ia menempatkan kandang bebek di samping rumahnya dengan bahan gedek bambu. Di dalamnya juga dibuatkan kolam untuk memandikan bebek dan juga sebagai sumber minumnya. "Dari 140 ekor bebek jenis Mojosari, setiap harinya bisa menghasilkan kurang lebih 80-85 butir telur per harinya. Untuk masa produktifnya, bisa dicapai setelah bebek berusia enam sampai tujuh bulan,” ucapnya.
“Bila harga jual telur Rp. 2, 500 rupiah per butir maka kalkulasi pendapatan dari penjualan telur berkisar Rp. 190.000-Rp. 200.000 per hari. Keuntungan per bulan ditaksir sekitar 5,7 juta-6 juta rupiah,” lanjutnya.
Meski menguntungkan, tantangan yang seringkali dihadapi adalah harga pakan yang terus naik. Harga konsentrat yang semula Rp. 500. 000 bisa mengalami kenaikan sampai Rp. 527.000 per lima kilogram, serta untuk bekatul dan dedak berkemasan lima kilogram bias mencapai Rp. 50.000 lebih.
“Selain harga pakan yang terus naik, pemberian makanan pada bebek, perlu ditambahkan keong, biasanya saya mencarinya di sawah dan sungai. Dengan memberikan pakan tersebut, saya merasa dapat mempengaruhi pertumbuhan telur menjadi lebih besar,” pungkas Ashari.
Ashari berharap usaha yang tengah dirintisnya, terus berkembang untuk kedepannya, agar perekonomian keluarga tetap stabil dan lancar.
Reporter: Malikhatun Nafi’ah
Editor: Ellina dan Dhani

