Budi Daya Jangkrik, Peluang Bisnis Menjanjikan dengan Omset Jutaan

Budi Daya Jangkrik, Peluang Bisnis Menjanjikan dengan Omset Jutaan

KABAR TERMA
Selasa, 29 November 2022

 


Photo  by: Ahe, Muiz, dkk. (Kru Magang)


GEMBONG–Peternak jangkrik di Desa Wonosekar, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah semakin booming. Pasalnya, permintaan jangkrik untuk pakan burung yang semakin meningkat.


Solihin (40) beternak jangkrik mulai tahun 2019. Saat ini ia meraup keuntungan puluhan juta rupiah. Ia telah memiliki enam boks jangkrik. Setiap boks berisi ½ kilogram telur yang mengasilkan 35 kilogram jangkrik. Per kilogram jangkrik dijual dengan harga 50 ribu rupiah. Jangkrik yang dipanen dipasarkan ke toko-toko dan peternak burung murai. Bahkan, terkadang saat mendekati musim panen banyak yang telah memesan jangkrik, sehingga toko-toko tidak mendapat stok jangkrik.


Perawatan jangkrik dilakukan sendiri tanpa pekerja. Peralatan yang digunakan seperti box ukuran 240 x 125 cm terbuat dari tripleks yang ditutup dengan jaring kawat, daun pisang kering, dan batang pisang. Pakan yang digunakan yaitu trembel ayam. Jenis jangkrik yang dipilih antara lain jangkrik jelering dan jangkrik madu. Jangkrik yang dibudidaya tidak hanya dipasarkan di Wonosekar, namun juga di Ngembes dan Pohgading.


Harga jangkrik menyesuaikan patokan harga pemasaran sesuai dengan stok jangkrik. “Kalau untuk harga tergantung pasaran dan musim panen, antara 20-50 ribu. Jika panen bersamaan dengan peternak lain harga akan turun, tetapi jika panen tidak bersamaan dengan peternak lain maka harga akan naik,” tutur Solihin kepada calon crew LPM Terma, (20/11/22).


Hambatan yang dialaminya dalam beternak jangkrik yaitu ketika musim hujan, sulit mendapatkan daun pisang kering. Sehingga diganti dengan tray (tempat telur). Ke depannya, peternak berharap mengembangkan ternak jangkrik dan menambah beberapa boks lagi. (Ahe, Muiz, Nafi’, dan Putri)


Reporter: Septia, Muiz, Nafi', Putri

Editor: Ima dan Nika