Yusuf Sujadi (50), salah satu petani melon Desa Payaman mengatakan bahwa curah hujan yang tinggi membuat sungai pembuangan arah Juwana meluap dan membanjiri lahannya. Menurutnya, sungai tersebut perlu direhabilitasi karena dangkal. Yusuf Sujadi mengaku sudah mengeluarkan modal Rp75 juta untuk pengolahan tanah, pembelian plastik mulsa, bambu, bibit, pupuk dan obat-obatan, untuk menggarap lahannya dengan luas 2 hektare.
“Kami para petani menaruh harapan besar pada tanaman melon kami, tetapi cuaca yang kurang bersahabat membuat kami hanya bisa pasrah dan harapan kami sirna,” ujarnya.
Kondisi serupa juga dirasakan oleh Parno (60), tetangga sawah Yusuf Sujadi. Parno menyebutkan petani melon yang sawahnya terendam banjir sekitar 80 hektare lebih. Kerugian yang dialami petani di Desa Payaman mencapai kurang lebih Rp2,5 miliar.
"Akibat dari cuaca yang kurang bersahabat, kami sebagai petani hanya bisa pasrah saja dengan keadaan," tuturnya.
Reporter: Slamet
Editor: Farid
