Semangat Melestarikan Sepeda Ontel Tidak Mengenal Usia

Semangat Melestarikan Sepeda Ontel Tidak Mengenal Usia

KABAR TERMA
Kamis, 10 Maret 2022



Photo by: Tarom (Kru Magang)


PATI – Seiring dengan banyaknya jenis komunitas sepeda yang bermunculan, ternyata menjamur juga ke para pecinta sepeda ontel kuno. Mereka tergabung dalam suatu komunitas para pecinta sepeda tua, yakni Kuncoro Onthel Lawas (KOL) yang didirikan oleh Mat Rukani (50), di Desa Mojolawaran, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, (26/02/2022).


Komunitas ini didirikan sejak 2019 dengan nama Komunitas Sepeda Rencek Nafas Tua, yang kini telah berganti nama menjadi Kuncoro Onthel Lawas. Nama Kuncoro diambil dari salah satu nama anggota komunitas ini, yang meninggal akibat terjangkit Covid-19. Mereka sepakat membangkitkan kembali komunitas ini guna mengenang rekan mereka yang telah meninggal.


Berawal dari hobinya bersepeda keliling desa setiap pagi, menjadikan daya tarik tersendiri bagi beberapa teman Rukani. Awalnya komunitas hanya beranggotakan 4 orang, kini telah bertambah jumlahnya menjadi 35 orang. Kegiatan yang dilakukan yakni bersepeda bersama, sekaligus memperkenalkan pada masyarakat tentang sepeda ontel.


“Dulu ya hanya ada 4 orang, setiap pagi habis subuh kami selalu bersepeda keliling desa dan pulang sebelum jam 7, tak disangka banyak tetangga dan teman-teman saya yang tertarik dan bergabung dengan kami, lalu kami sepakat memberi nama komunitas ini dengan nama Komunitas Sepeda Rencek Nafas Tua, karena pengendaranya sudah pada tua,” tutur Mat Rukani.


Kejenuhan masyarakat akibat pandemi Covid-19, memberikan semangat besar bagi komunitas ini dalam memotivasi warga akan pentingnya olahraga terutama bersepeda, mereka mengadakan kegiatan bersepeda ke berbagai desa. Setiap seminggu sekali, mereka melakukan touring mengelilingi kota Pati memamerkan sepeda antik yang pernah terkenal pada zamannya.



“Rame-ramenya ya pas pertama ada virus korona, kami sangat bersemangat bersepeda karena banyak orang bersepeda setiap harinya, hampir jalanan penuh dengan orang bersepeda. Kami tidak minder dengan adanya sepeda-sepeda baru, justru kami sangat bangga dan ini kesempatan kami memamerkan sepeda tua ini,” ujarnya. 


Komunitas ini sempat mati total di pertengahan 2021 karena kesibukan masing-masing anggotanya, dan kembali bangkit di awal 2022. KOL kembali mengadakan touring seperti biasanya tetapi anggotanya selalu tidak lengkap karena kesibukan masing-masing. 


“Kami mulai touring seperti biasa, tetapi anggota selalu tidak lengkap karena masing-masing anggota pada sibuk kerja, lebaran nanti kami akan mengadakan touring ke alun-alun dan Stadion Joyo Kusumo, dimana semua anggota wajib ikut. Kami ingin mengampanyekan sepeda ontel ke masyarakat, agar lebih menjaga budaya. Tujuan kami ingin melestarikan budaya dan barang antik yang ada Indonesia,” imbuhnya.


Reporter: Tarom

Editor: Irvan dan Isma