Mengubah Hobi Menjadi Pundi-Pundi Rezeki Melalui Phyrografi

Mengubah Hobi Menjadi Pundi-Pundi Rezeki Melalui Phyrografi

KABAR TERMA
Selasa, 15 Februari 2022

 


Photo by: Zulfian (Kru Magang)

Kayen (12/02) – Seni lukis phyrografi adalah seni lukis yang pembuatannya menggunakan teknik pembakaran atau sundut, untuk membuat garis pada media kayu atau triplek. Edi Supratman (20), merupakan salah satu pengrajin phyrografi asal Desa Srikaton, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Untuk membuat seni lukis ini, Edi menggunakan alat mirip solder, tapi memiliki pengatur suhu, yang gunanya menyesuaikan tebal tipisnya garis ukir pada saat pembuatan.



Hal yang membedakan karya phyrografi dengan lukisan lain, yakni warnanya. Kalau lukisan lain pelukis bebas memilih warna, tapi kalau lukis bakar ini hanya bisa menyesuaikan pekat atau tidaknya warna hitam pada gambar. 



Edi menekuni phyrografi, karena menurutnya di wilayah Pati dan sekitarnya belum ada yang membuat dan memperjual belikan seni lukis bakar tersebut. Alasannya bermula ketika saya melihat unggahan di laman Facebook, kayaknya kok saya berbakat untuk membuat seni lukis ini, dan saya lihat di wilayah Pati belum ada yang membuat dan memperjual belikannya. Jadi saya tertarik untuk memanfaatkan peluang tersebut,” tuturnya. 




      
Edi sudah menggeluti seni lukis tersebut sejak awal 2020 sampai sekarang. Dalam proses membuat satu lukisan, Edi memerlukan waktu satu sampai dua hari untuk melukis, ditambah lagi satu hari untuk proses pelapisan lem kayu dan finishing. Jadi butuh sekitar 3 sampai 4 hari untuk menyelesaikan hasil karyanya tersebut. Untuk pemasarannya ia mengunggah karyanya lewat Marketplace Facebook dan unggahan Instagram-nya di @edyrewhod dan Channel Youtube-nya paiman art 


Mengenai harga jual, Edi mematok harga mulai dari Rp 125.000 sampai Rp 700.000, tergantung dari ukuran dan tingkat kesulitannya. “Untuk harga jual ukuran 10R tambah bingkai itu Rp 125.000, lalu yang 10R media kayu itu Rp 150.000, yang 15R harganya Rp 275.000, dan yang besar saya jual dengan harga Rp 600.000. Untuk pengiriman terjauh saya saat ini baru sampai ke Tangerang,"jelasnya. Karya yang pernah ia buat di antaranya lukisan Gus Baha, Mbah Maimun Zubair, Ir. Soekarno dan juga Sunan Kalijaga.












Banyak hasil karya yang telah Edi selesaikan, tapi tidak dipublikasikan oleh para pemesan. Selain membuat lukisan phyrografi, Edi juga menerima pembuatan nama anak. Edi berharap, semoga ke depannya usaha seni lukisnya bisa lebih sukses, dan menjadi sumber penghasilan utamanya. 

 

Reporter: Zulfian 

Editor: Dani dan Uus