Kreatif, Inovasi Pemuda Kertomulyo di Pati Ciptakan Kesenian Baruno

Kreatif, Inovasi Pemuda Kertomulyo di Pati Ciptakan Kesenian Baruno

KABAR TERMA
Kamis, 10 Februari 2022

 IMG-20220115-WA0012

    Pati-(19/1) Warga Desa Kertomulyo, Kecamatan Trangkil ciptakan kesenian baru bernama Baruno. yang merupakan perpaduan antara barongan, teater, komedi yang dibalut dengan kearifan lokal. Kesenian itu diinisiasi oleh pemuda desa setempat, yaitu Muh. Haydar Fakhruddin, dan teman-temannya.. 



    Muh. Haydar Fakhruddin, salah satu inisiator Baruno mengatakan, kesenian itu lahir pada Desember 2020 lalu. Nama Baruno diambil dari mitologi Jawa, yaitu dewa yang mengawal di laut. Filosofi itu diambil ketika kami gabungkan antara konsep barongan dan teater. Juga kami padukan dengan kearifan lokal di Desa Kertomulyo,” katanya. 



    Baruno memiliki wujud mirip ikan lele. Menurut masyarakat setempat, ikan ini hidup di tempat yang dikeramatkan, yakni Sendang Kertomulyo. Berbeda dengan barongan yang ada di daerah Blora, Gabus, dan daerah Jawa Timuran yang menggunakan kepala singa atau macan," lanjut Fakhruddin. 



    Di sendang itu mitosnya ada lele yang memiliki anting berculo. Tapi, hanya ada duri tanpa daging dan itu hadir saat Danyang, yakni peristiwa yang terjadi di era pembukaan Desa Kertomulyo,” imbuhnya. 



    Setelah muncul pemikiran tersebut, Fakhruddin berkonsultasi dengan tokoh-tokoh seniman Pati. Lalu terbentuklah kesenian Baruno.Maknanya adalah, baruno itu bukan makhluk hidup yang normal kita lihat. Namun, merupakan simbol datangnya tenaga-tenaga yang positif. Tenaga itu, bertujuan untuk mengubah hal-hal negatif di masyarakat,” terangnya. 



    Kesenian Baruno sudah ditampilkan sebanyak empat kali. Pertama, di Sanggar Pasinaon Desa Kertomulyo sekitar awal Januari 2021, lalu pementasan kedua diminta langsung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati pada Jumat, 5 Februari 2021. Yang ketiga, sedekah bumi di Kertomulyo akhir Agustus 2021, dan terakhir pentas di acara Rangkaian Kertomulyo Kultur Festival. 



    Keunikan dari kesenian Baruno ini terdapat pada unsur tarian dan doanya. Sebelum pementasan, terlebih dahulu dilakukan ritual ukurambe yang dilaksanakan oleh sesepuh desa. Di dalam pertunjukannya juga didukung oleh pemerintah setempat, sehingga dapat berjalan dengan baik agar kesenian Baruno lebih dikenal oleh masyarakat luas. 



    Upaya pelestarian kesenian ini perlu dikawal oleh seemangat teman-teman pemuda desa, supaya kesenian Baruno tetap lestari sampai ke anak cucu kelak,” tutupnya. 


Reporter: Lukman

Editor: Zunan