Bisnis Perabotan Kayu Jati dengan Omset Jutaan Rupiah per Bulan

Bisnis Perabotan Kayu Jati dengan Omset Jutaan Rupiah per Bulan

KABAR TERMA
Minggu, 20 Februari 2022


Photo by: Pransiska (Kru Magang)


Tambakromo - Berbekal pengalaman kerja di salah satu perusahaan mebel di Jepara selama 3 tahun, Tomi (37) membuka usaha Fadil Mebel di Desa Kendalingan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Usaha mebelnya sendiri sudah berdiri sejak tahun 2012 dan terus berkembang hingga sekarang. Beberapa jenis perabotan yang dibuat yakni meja, kursi, pintu kusen, lemari buffet untuk TV dan lainnya, menyesuaikan pesanan dari konsumen. Untuk bahan bakunya sendiri, Tomi menggunakan kayu jati yang biasa diambil dari Perum Perhutani, (Selasa/15/02/2022).


Modal awal yang diperlukan untuk memulai usaha ini sekitar Rp 25 juta, mulai dari pembelian kayu, hingga peralatan mebel lainnya. "Untuk pembuatan produk mebel, mudahnya begini, pertama kayu gelondongan dipotong, lalu diserut dan dihaluskan, setelah itu dirakit sesuai pesanan konsumen," jelas Tomi. Dalam satu bulan, Mebel tersebut bisa menghasilkan 12 hingga 15 produk, tergantung dengan kerumitan setiap pesanan. Misalnya, ketika dalam pembuatan satu lemari membutuhkan waktu satu minggu, Tomi membanderolnya dengan harga mulai dari Rp 2,5 juta hingga Rp 3,5 juta.


Uniknya disini, sistem pembeliannya tidak hanya secara tunai, tetapi bisa dicicil, sehingga bisa menarik banyak pelanggan. "Yang menjadi masalah ketika ada orang yang pembayarannya menunggak, tidak membayar DP (Down Payment) terlebih dahulu, tapi bayarnya ketika barang sudah selesai. Jadi saya harus mengeluarkan modal dua hingga empat kali untuk beli bahan baku, belum lagi untuk perlengkapan lainnya, dan juga membayar karyawan, jadi agak berat," tutur Tomi. 


Dari menggeluti usaha mebelnya itu, Tomi mengaku dapat meraup keuntungan bersih berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. Untuk pengiriman produk mebelnya, Tomi sudah pernah mengirim ke Semarang dan juga ke Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan untuk lokasi pengiriman terjauh produknya. 


Reporter: Pransiska

Editor: Zunan