PATI-Toha (30) asal Desa Ndari Koki, Kecamatan Wedarijaksa, merupakan salah seorang pembudidaya
ikan cupang. Berawal dari hobi mengoleksi berbagai jenis ikan cupang, akhirnya
Toha memutuskan membudidaya cupang serta menjualnya melalui online maupun offline, hingga saat
ini bisa meraup banyak keuntungan.
“Dari awal tahun 2020 hinga
saat ini sudah membudidaya
ikan cupang. Awalnya iseng tapi memang hobi, mengoleksi
cupang di rumah
ternyata bisa menambah keuangan dari
penjualan,” ujar
Toha.
Ikan
cupang memiliki daya tarik tersendiri bagi kalangan pecinta ikan hias. Keunggulannya berupa
keindahan warna dan naluri serta siklus hidup yang relatif singkat. Ikan ini
masuk kategori ikan yang mudah
dibudidaya, sehingga Toha membudidayakan cupang dengan lahan seadanya. Jenis
cupang yang dibudidaya Toha adalah cupang Halfmoon, yang mengalami proses
pengembangan beberapa karakter mulai dari warna tubuh, ukuran, dan bentuk
sirip, baik untuk tujuan ornamental maupun aduan.
Budidaya
ikan cupang sangatlah mudah. Bahan yang dibutuhkan untuk media pemeliharaan sangatlah
sederhana yaitu
baskom yang diisi air serta daun pisang yang sudah kering sebagai media telur,
setelah itu ikan
dikawinkan antara jantan dan betina.
“Jantan dan betina
disatukan, jika indukan sudah mengeluarkan busa atau gelembung itu artinya perjodohan
berhasil. Lalu betina dilepas dan didiamkan selama dua hari. Dalam
jangka tersebut jika
di dalam
gelembung tidak ada telurnya berarti
perkawinannya
gagal, tetapi kalau
ada telur, maka
betinanya dipisah dan pejantan yang akan merawat telurnya sampai menetas,” ujar Toha.
Peluang Toha dalam membudidaya ikan cupang sangat mudah. Mulai dari pemilihan indukan, proses pemeliharaan telur, larva serta burayak dan pemberian pakan guna meningkatkan koleksi ikan cupang.“Untuk memberi pakan burayak (anakan ikan cupang) bisa menggunakan arnemia atau juga dapat menggunakan kuning telur yang sudah direbus,” pungkas Toha.
Reporter:
Rosyi
Editor: Isma

