Pati, - Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa bagi
dunia. Berbagai aspek terpengaruhi dengan adanya virus tersebut salah satunya membuat perekonomian hancur. Seperti yang dialami
Rofiqoh (44), perombak
pakaian (permak) di Desa Karangawen, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Sebelumnya, ia merupakan pekerja di salah satu konveksi pakaian di Desa Brati. Akibat pandemi, Fiqoh tidak lagi bekerja di konveksi tersebut. (4/1/2022)
“Namun sejak datangnya pandemi Covid-19, menyebabkan
para pekerja harus berhenti bekerja, dikarenakan permintaan pasar yang mulai surut,”
ujar wanita yang akrab disapa Fiqoh tersebut.
Berbekal pengalamannya bekerja di konveksi, ia membuka
jasa jahit (permak) di rumah. Menjahit pakaian seperti kaos dan lain
sebagainya guna membantu keuangan rumah tangga. “Awalnya ada tetangga yang
minta di jahit pakainnya, terus saya kerjakan. Saya tidak mematok biaya terhadap apa yang sudah saya kerjakan, kalo diberi ya saya terima kalo tidak ya tidak
apa-apa, hitung-hitung menolong,” ungkapnya.
Dari mulut ke mulut, akhirnya
orang-orang mulai berdatangan ke rumah Fiqoh untuk memperbaiki pakaiannya. Sejak itu, ia mulai dikenal
masyarakat sebagai tukang permak. Para pelanggan mulai berdatangan silih berganti
guna memperbaiki pakaiannya hingga sekarang.
“Saya memegang prinsip walaupun sedikit yang penting disyukuri,
karena itu akan membawa keberkahan, prinsip itu juga saya ajarkan ke anak saya.
Setiap ada waktu senggang, saya belajar sedikit demi sedikit tentang cara
membuat baju,” tambahnya.
Reporter: Marzuqi
Editor: Zunnan

