Harga LPG Non Subsidi Naik? Pembeli Marah, Batalkan Pesanan

Harga LPG Non Subsidi Naik? Pembeli Marah, Batalkan Pesanan

KABAR TERMA
Rabu, 05 Januari 2022

 







                    Wedarijaksa – Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) menaikan harga LPG non subsidi, Surat edaran kenaikan harga itu sendiri disebar pada tanggal 24 Desember 2021 dan mulai berlaku mulai tanggal 25 Desember 2021. Atas berlakunya surat edaran itu, harga LPG 12 kg dan 5,5 kg non subsidi mengalami kenaikan pada tingkat agen hingga konsumen.


            PT. Agraphana Wastu Lumintu, agen distributor resmi LPG non PSO ( Public Service Obligation) yang bertempat di Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Salah satu pengelola agen, Dewi (21) menyampaikan bahwa ada perbedaan harga untuk kedua jenis LPG non subsidi. Harga jual untuk LPG 12 kg berubah dari yang awalnya Rp 137.500 menjadi Rp 163.000 sedangkan untuk LPG 5,5 kg dari harga Rp. 65.000 menjadi Rp 76.000.


            Kenaikan harga LPG ini sendiri berdampak pada pendapatan agen yang kurang lebihnya mengalami penurunan hingga 30%. Banyak konsumen yang terkejut hingga marah karena harga dianggap terlalu mahal. “Ada beberapa konsumen mengurangi pembelian yang  biasanya 10 gas sekarang hanya 3 sampai 4 saja, ada juga yang sampai membatalkan pesanannya. Rata-rata penjualan juga menurun yang biasanya per hari bisa 100 tabung yang terjual sekarang menjadi 60 tabung saja per hari,” katanya pada Selasa(28/12/2021).


            Bukan hanya berdampak pada penjualan saja, juga mengungkapkan bahwa jam kerjanya sebagai admin menjadi bertambah, karena harus mengerjakan ulang daftar harga terbaru setelah mengalami kenaikan. “Saya sampai lembur untuk mengganti data-data terbaru,” ujarnya. Dewi menyatakan bahwa yang paling terpukul karena harga gas LPG naik dan tidak dibarengi dengan kenaikan pendapatan yang signifikan adalah kelompok kelas menengah. “Pendapatan masih belum pulih tiba-tiba dibebani dengan kenaikan harga barang yang diatur pemerintah,” imbuhnya. Menurutnya, gas LPG memiliki peran yang besar, terutama pada industri makanan. (Lila)