Manfaatkan Peluang Slamet Lestari Tekuni Bisnis Kerupuk

Manfaatkan Peluang Slamet Lestari Tekuni Bisnis Kerupuk

KABAR TERMA
Sabtu, 25 Desember 2021

 





 Slamet Lestari (29) merupakan satu-satunya pengusaha kerupuk bawang di Dukuh Ndodol, Desa Sidoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati. Dia merintis usaha ini sejak Juni 2020. Alasannya memulai usaha tersebut dikarenakan adanya modal dan peluang usaha yang besar. Dia memulai usahanya berbekal pengalamannya sewaktu menjadi karyawan di tempat produksi kerupuk yang ada di Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati.

   "Bahan-bahannya hanya bawang putih, garam, micin, dan tepung tapioka," jelas Slamet kepada Kru Terma, Sabtu (05/12). Langkah pertama, lanjutnya, campurkan bawang putih, garam, micin, dan air untuk dihaluskan. Siapkan tepung pati di ember sebanyak 25 kg lalu campurkan bumbu dan aduk hingga rata. Selanjutnya, campurkan air mendidih ke dalam adonan, aduk lagi. Kemudian uleni (digulung-gulung) untuk membuat londoran atau lontongan kerupuk dan rebus dalam air mendidih selama 20 menit dan tiriskan. Langkah terakhir, potong tipis-tipis adonan tadi, lalu jemur sampai kering. 

   “Untuk pembuatan adonannya hanya mempekerjakan dua karyawan. Kami menggunakan mesin untuk pemotongan adonannya,” tandasnya. Sementara itu, Parno, ayah Slamet biasa membantu memotongi adonan menjadi irisan-irisan tipis menggunakan alat pemotong yang sederhana.

    Alhamdulillah, usaha kami tidak terdampak oleh pandemi, tuturnya. Dari usaha kerupuk tersebut, ia dapat meraup untung bersih sekitar 2,5 - 3,5 juta rupiah per bulan. Ternyata, selain menjadi pengusaha kerupuk bawang, Slamet juga mengajar di salah satu madrasah di Desa Karanganyar.


Reporter: Zunan

Editor: Andi