Latar belakang terbentuknya Sanggar Pasinaon ini
adalah sebagai upaya nguri-nguri budaya di desa tersebut. Minimnya
perawatan tradisi dan kesenian di wilayah Kertomulyo sebelum didirikannya
sanggar itu, menjadikan motivasi terbesar pemuda untuk merawat tradisi mengayuh hayuning generasi yang dalam
Bahasa Indonesia berarti mengusahakan kesejahteraan dalam tradisi generasi
penerus pada saat ini.
Salah satu pemuda karang taruna Desa Kertomulyo, Didik
menuturkan, “Kegiatan pelatihan yang ada di Sanggar Pasinaon sudah banyak, di antaranya
adalah teater, musik, tari, kesenian tradisional, kelas pranatacara, seni rupa,
dan desain multimedia.” (18/12)
Kegiatan itu dirawat oleh seluruh pemuda Kertomulyo.
Latihan dilakukan secara nomaden (berpindah-pindah).
Biasanya latihan dilaksanakan di lapangan, pendopo, depan balai desa, depan
madrasah, atau di Joyo Kusumo. Salah satu pentas pertama digelar pada 2 Januari
2021.
Banyak harapan dan mimpi para pemuda Desa Kertomulyo.
Mimpi terbesar mereka adalah membuat sekolah dan universitas dengan jurusan
seni di Kabupaten Pati. Dengan mimpi tersebut, ada harapan agar para pemuda
tetap istiqomah dalam merawat Sanggar Pasinaon.
Reporter : Anwar/Zulfiah/Lilik
Redaktur: Dani/Nika

