JELANG TAHUN BARU, HARGA IKAN BANDENG DI JUWANA MELONJAK

JELANG TAHUN BARU, HARGA IKAN BANDENG DI JUWANA MELONJAK

KABAR TERMA
Rabu, 29 Desember 2021

 

Photo by: Ellina (Kru Terma)


Juwana - Harga ikan bandeng menjelang tahun baru di Kecamatan Juwana masih melambung tinggi. Hal itu karena ketersediaan di tambak maupun di pasaran rendah pada saat menjelang tahun baru. Hal itu, berimbas pada pengusaha olahan bandeng presto di juwana, yang tidak bisa memproduksi dalam jumlah banyak padahal permintaan dari konsumen melonjak tajam.


Seperti halnya yang dialami oleh pengusaha bandeng presto di Dukutalit, Kecamatan Juwana, Kabupaten  Pati. Bagus Rohman (44) ​​memaparkan bahwa naiknya harga ikan bandeng berlangsung sejak sebulan lalu. Harga bandeng yang semulab Rp 23 ribu per kilogram, tapi saat ini sudah mencapai Rp 30 ribu per kilogram. “Ini harganya cukup tinggi. Untuk mencari ikan bandeng, saat ini juga sulit. Karena dari petani tambak banyak yang belum panen, jadi di pasaran kadang ada, kadang juga tidak ada,” tuturnya (26/12).


Dengan harga bahan baku yang melambung tinggi, tidak membuat bagus menaikkan harga jual bandeng presto dengan berlebihan, apalagi menjelang tahun baru saat ini. Sebab, ia khawatir apabila harga jual dinaikkan, nantinya konsumen enggan untuk membeli.


Disamping itu, apabila harga jual tidak sesuai, akan berdampak pada keuntungan yang didapatkan minim. Karena kebanyakan pelanggan memborong dengan jumlah banyak seperti  stok jelang tahun baru. “Setiap ada pesanan, saya baru mengolah bandeng presto. Kalau tidak ada pesanan, ya tidak membuat. Hal itu agar lebih efektif dan tidak terlalu mengeluarkan banyak biaya,” terangnya.


Menurut Bagus, ketersediaan ikan bandeng kemungkinan akan kembali melimpah pada Januari mendatang. Itu karena, saat itu banyak petani tambak bandeng yang mulai panen. Sehingga harganya di prediksi mulai menurun. “Semoga cepat turun harganya. Karena kalau masih tinggi, kita tidak bisa memproduksi lebih banyak bandeng presto,” harap bagus.


Saat menjelang natal dan Tahun Baru saat ini, permintaan pasar tiga kali lipat dari hari biasanya. Sedangkan nelayan belum mampu memenuhi kebutuhan pasar, karena cuaca yanhg kurang mendukung. Hal itulah yang menyebabkan  harga ikan melonjak. “Cuaca ekstrim ini berpengaruh terhadap  harga ikan dan pendapatan nelayan, apa lagi  menjelang Natal dan Tahun Baru 2022, permintaan pasar dua kali lipat dari biasanya bahkan lebih,” ujar pria dua anak tersebut. (Ellina)