Juwana - Harga ikan bandeng
menjelang tahun baru di Kecamatan Juwana masih melambung tinggi. Hal itu karena
ketersediaan di tambak maupun di pasaran rendah pada saat menjelang tahun baru.
Hal itu, berimbas pada pengusaha
olahan bandeng presto di juwana, yang tidak bisa memproduksi dalam jumlah
banyak padahal permintaan dari konsumen melonjak tajam.
Seperti halnya
yang dialami oleh pengusaha bandeng presto di
Dukutalit, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Bagus Rohman (44) memaparkan bahwa
naiknya harga ikan bandeng berlangsung sejak sebulan lalu. Harga bandeng yang
semulab Rp 23 ribu per kilogram, tapi saat ini sudah mencapai Rp 30 ribu per
kilogram. “Ini
harganya cukup tinggi. Untuk mencari ikan bandeng, saat ini juga sulit. Karena
dari petani tambak banyak yang belum panen, jadi di pasaran kadang ada, kadang
juga tidak ada,” tuturnya
(26/12).
Dengan harga bahan baku yang melambung
tinggi, tidak membuat bagus menaikkan harga jual bandeng presto dengan
berlebihan, apalagi
menjelang tahun baru saat ini. Sebab, ia khawatir apabila harga jual dinaikkan, nantinya konsumen enggan
untuk membeli.
Disamping itu, apabila
harga jual tidak sesuai, akan berdampak pada keuntungan yang didapatkan minim.
Karena kebanyakan pelanggan memborong dengan jumlah banyak seperti stok jelang tahun baru. “Setiap ada pesanan, saya
baru mengolah bandeng presto. Kalau tidak ada pesanan, ya tidak membuat. Hal
itu agar lebih efektif dan tidak terlalu mengeluarkan banyak biaya,” terangnya.
Menurut Bagus, ketersediaan ikan
bandeng kemungkinan akan kembali
melimpah pada Januari mendatang. Itu karena, saat itu banyak petani tambak
bandeng yang mulai panen. Sehingga harganya di prediksi
mulai menurun.
“Semoga cepat turun harganya. Karena kalau masih tinggi, kita tidak bisa
memproduksi lebih banyak bandeng presto,” harap bagus.
Saat menjelang natal dan Tahun Baru saat
ini, permintaan
pasar tiga kali lipat dari hari biasanya. Sedangkan nelayan belum
mampu memenuhi kebutuhan pasar, karena
cuaca yanhg kurang mendukung.
Hal itulah yang menyebabkan harga ikan
melonjak. “Cuaca ekstrim ini berpengaruh terhadap harga ikan dan pendapatan nelayan, apa
lagi menjelang Natal dan Tahun Baru
2022, permintaan pasar dua kali lipat dari biasanya bahkan lebih,” ujar pria
dua anak tersebut. (Ellina)

