Dalam mewujudkan
cita-cita sebagai jurnalis pada siang
hari pukul 13.21, kru Terma menuju
tempat wisata Dam Terpus yang berlokasi di Desa
Beketel, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Desa
Beketel memiliki tujuh dukuh yang terdiri dari dukuh Beketel, Binangun, Jaten, Nggeneng,
Sendang dan Jeruk Wangi. Dam Terpus ini tepatnya terletak di dukuh Beketel.
Bagaikan permata
yang tersembunyi,
tempat wisata ini diapit oleh gunung dan terhalang pagar
hutan jati yang sangat khas akan alam pegunungan, menjadikannya kurang
diketahui masyarakat umum bahkan oleh warga Kayen sendiri.
Wilayah ini
terletak sebelah selatan Kecamatan
Kayen, kurang lebih memerlukan
waktu 23 menit untuk sampai di lokasi dari SMP N 1
Kayen. Kondisi jalan yang naik turun dan terdapat beberapa
titik jalan yang rusak menambah sensasi tersendiri dalam menikmati kekayaan
alam nusantara. Hawa
pegunungan yang dingin
nan sejuk menyelimuti,
melindungi tubuh dari terik matahari yang
sudah mencapai puncaknya. Dalam perjalanan, kami melewati keindahan alam berupa
air terjun Lorotan Semar yang berada di bawah bukit sehingga tidak terlihat
jelas dari jalan. Tempatnya sepi dan seolah tidak difungsikan lagi karena
adanya PPKM yang menghalangi para wisatawan untuk berkunjung. Selain itu,
terdapat juga makam sesepuh desa yaitu Mbah Shomad Shobat yang berada di bawah
bukit dan patung arca Budha yang menyapa di pinggir jalan.
Meskipun wisata Dam Terpus berada
di tempat yang tersembunyi serta tidak dikenal banyak orang, namun tempat
wisata yang dibangun
pada 1984 atas
inisiatif Karang Taruna ini memiliki keindahan alam
yang asri.
Belum
banyak pembangunan di sana
yang menjadikan kekayaan alam dari Dam Terpus masih terjaga, meliputi
flora dan faunanya. Di sana terdapat pohon asam Belanda yang diperkirakan
sudah berusia ratusan tahun. Pohon itu menjadi tempat berteduh para pengunjung
dari teriknya sinar matahari. Ada juga berbagai macam jenis ikan yang dikembang
biakkan di dalam dam, meliputi ikan nila, mujair, gabus dan masih banyak lagi. Adanya
ikan-ikan ini menjadikan dam sering didatangi oleh para pemancing dari berbagai
daerah, terutama pemancing dari Wirosari, Kabupaten Purwodadi. “Walau di sini airnya
tidak mengalir, tidak apa-apa, tidak menjadi masalah. Ikan di sini kan pemancingnya
masih jarang jadi peluangnya cukup besar dibandingkan di rawa-rawa dan di tempat
lain yang ikannya banyak diburu oleh warga untuk memenuhi kebutuhan,” ujar Muid
dari Jekulo, Kudus.
Dam Terpus memiliki sumber daya air yang melimpah,
bahkan airnya tidak pernah surut meskipun pada musim kemarau. Airnya yang
melimpah serta panorama alam yang indah menjadikannya memiliki daya tarik
tersendiri. Disediakan pula tempat duduk untuk
bersantai, meskipun hanya sekadar
minum kopi. Spot-spot foto buatan dari bambu yang hampir rapuh, sering dijadikan tempat untuk foto prewedding
para pasangan muda. Untuk menikmati keindahan Dam Terpus, para pengunjung cukup
membayar biaya parkir sebesar tiga ribu rupiah. Di sana pengunjung disuguhkan
wahana sepeda air berbentuk bebek, serta pengunjung dapat memancing sepuasnya
hanya dengan membayar lima ribu rupiah.
Namun sayangnya, keberadaan wisata Dam Terpus ini
jarang diketahui oleh dunia luar karena tempatnya yang terpencil. Untuk menarik
wisatawan, pihak Karang Taruna mengadakan berbagai kegiatan di dam ini,
contohnya para warga diminta untuk membuat masakan tradisional. “Waktu awal berdiri,
dam ini ramai pengunjungnya dan para anggota Karang Taruna juga sering membuat
acara guna memeriahkan Dam Terpus ini, tapi semenjak adanya PPKM tempat ini
tidak lagi ramai, paling ramainya pas hari Sabtu dan Ahad,” kata Dewi salah seorang warga Desa Beketel.
Guna memikat kembali minat wisatawan, anggota Karang Taruna
berencana melakukan renovasi pada beberapa titik lokasi dam. “Kemarin itu, para
bapak sudah mengukur beberapa tempat, entah mau di buat apalagi saya kurang
tahu. Tapi saya dengar-dengar tempat ini akan diperbaiki lagi untuk menarik
kembali minat wisatawan,” terang Dewi
lagi.
Di balik keindahan alam yang mempesona, dam ini juga
memiliki misteri yang belum terungkap. Menurut sebagian warga, dahulu ada
sumber mata air yang menyembur dari dalam tanah sehingga membentuk aliran
sungai. Oleh penduduk setempat, sungai tersebut dibendung dan dijadikan waduk
atau dam guna mengairi sawah warga. Dan terkadang ada berberapa warga yang
melihat penampakan makhluk halus di pinggiran
Dam Terpus.
Wartawan : Ael dan Irfan
Editor : M. Roni S

