Pati-Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kabupaten Pati akhir-akhir ini. Hal tersebut mengakibatkan sebagian wilayah di Kabupaten Pati terendam banjir. Empat Desa di Kecamatan Jakenan dan satu Desa di Kecamatan Gabus terdampak banjir. Ratusan rumah penduduk masih terendam banjir akibat luapan sungai.
“Desa Ngastorejo, Tondomulyo, Karangrowo, Kedungmulyo, Kecamatan Jakenan Kabupaten Pati terdampak bencana banjir selama tiga minggu. Sebanyak 160 rumah dari 330 kepala keluarga (287 rumah) terendam banjir, dengan ketinggian air mencapai 40-60 cm. Banjir juga merusak puluhan hektar sawah, ladang serta tambak di kecamatan Jakenan,” ujar Poniman (48) selaku Kepala Desa Ngastorejo.
Hal yang sama juga dirasakan oleh warga dukuh Biteng Desa Banjarsari Kecamatan Gabus. Sri Hayati selaku perangkat dukuh Biteng menjelaskan bahwa banjir telah merendam dukuh biteng sejak 31 januari hingga sekarang. Sebanyak 735 kepala keluarga terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 70-120 cm.
Merespon hal tersebut, LPM Terma bekerja sama dengan Bidikmisi dan KIP kuliah Sekolah Tinggi Agama Islam Pati (STAIP) melakukan galang donasi untuk korban banjir di wilayah Pati.
“Acara ini dilaksanakan karena di wilayah pati telah terjadi bencana alam. Sehingga kita sesama manusia harus saling tolong menolong, saling mengerti kesusahan mereka dan sebisa mungkin kita harus membantunya.” ujar Roni Setiawan Selaku ketua acara Galang Donasi.
Penggalangan dana tersebut dilaksanakan selama dua hari. Penggalangan dana pertama (20/2) dilakukan di area lampu merah dekat Gelanggang Olah Raga (GOR) Pati, sedangkan yang kedua (21/2) dilakukan di lampu merah dekat Stadion Joyo Kusumo.
Donasi yang terkumpul disalurkan secara langsung oleh Anggota LPM Terma, Bidikmiisi dan KIP ke desa Ngastorejo dan Dukuh biteng Desa Banjarsari (23/2/2021).
“Donasi yang diberikan oleh mahasiswa STAI Pati baik sekali. Mudah-mudahan bantuan tersebut bisa meringankan masyarakat desa ngastorejo,” ujar Poniman.
“ Terimakasih atas kepedulian mahasiswa STAI Pati semoga barokah, panjang umur, sehat selalu. Harapannya donasi tersebut bisa disalurkan kepada masyarakat yang terkena banjir di Banjarsari,” ungkap Sri Hayati.
Iffah Mardi Yati selaku Wakil Ketua 1 STAIP, mengungkapkan bahwa penggalangan dana yang dilakukan oleh mahasiswa khususnya LPM Terma, mahasiswa Bidikmisi serta mahasiswa KIP kuliah. Semoga yang dilakukan bisa meringankan beban mereka, khususnya yang tertimpa musibah banjir. Semoga penggalangan dana ini bisa menjadi motivasi ekstrinsik bagi ormawa-ormawa lain. (Enik/Ir)


