Pati-Setelah sosialisasi proker Lembaga Pers Mahasiswa Teropong Mahasiswa (LPM Terma) 2019 pada pekan kemarin sukses terlaksana, kini Lpm Terma menggelar rutinan dengan materi straight news, pada Sabtu sore (09/03) di STAI Pati. Kegiatan ini merupakan wujud realisasi salah satu proker Terma 2019. Rutinan tersebut diikuti oleh 8 anggota LPM dan dibimbing oleh Defi (Pimpinan Umum LPM Terma).
"Bagaimana pengutipan kata yang baik ketika narasumber banyak mengucapkan kata ” e,em,o” dan kalimat yang tidak jelas, sedangkan yang di kutip itu harus sama dengan narasumber," tanya Catur salah satu anggota Lpm. Dengan senyum ramah Defi menjelaskan, dalam pengutipan kalimat langsung memang tidak boleh dirubah isinya, boleh ditulis dengan kalimat yang lebih bisa dipahami dengan catatan maknanya tetap.
Selain itu, pemateri juga menekankan keselarasan berita pada setiap paragraf dan penempatan tanda baca yang tepat. Untuk penyusunan kalimat disarankan juga banyak membaca sehingga berita menjadi menarik dan tidak bertele-tele.
"Memang kepenulisan awalnya itu sulit dalam menyusun kalimat 5W 1H tapi kalau didalami itu akan mudah dengan sendirinya. Juga harus menambah porsi membaca untuk menambah susunan kata,” ujar Selamet Sekum Terma.
"Teman-teman bisa sharing ke senior, ketika ngobrol itu terkadang mendapat kata- kata baru. Kalau saya pribadi biasanya membuat kamus kata baru untuk disimpan di hp sehingga bisa menjadi referensi nantinya,” kata Ulil Albab Wakil PU Terma.
"Kegiatan ini baik, malah saya ingin gabung di anggota Lpm,” ujar Yusuf Mahasiswa STAIP yang saat itu tengah ikut duduk bersama.
Seusai teori kepenulisan, para anggota LPM Terma secara langsung diberi tugas untuk mewawancarai anak Teater dan Pencak Silat yang saat itu juga sedang latihan rutinan.
"Kegiatan ini dilaksanakan agar para anggota Terma dapat lebih memahami lagi materi tentang straight news serta mampu membuat berita straight news, meskipun materi ini sudah pernah diajarkan sebelumnya,” tandas Defi. (Roni)

