Dewasa ini kekritisan mahasiswa kian menurun.
sebagian besar mereka lebih mengincar nilai. umpama kita pahami apakah ilmu itu
hanya suatu nilai yang tertera di selembar ijazah atau lebih jelas hanya
tersurat? Apa ilmu hanya nilai yang dengan bangga kita pertontonkan? sepertinya
tidak.
Seperti yang diungkapkan oleh seorang budayawan tentang guna ilmu. “Apa
gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti
samudera yang menampung sampah-sampah. Apa gunanya kepandaian kalau tidak
memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang
lain?” Emha Ainun Nadjib. kembali ditekankan
Ilmu itu tersirat bukan tersurat.
Memang benar nilai tetap berpengaruh di
globalisasi ini. Jelas ntuk mencari kerja hal tersebut dipertimbangkan. akan
tetapi sebagai mahasiswa masihkah mengunggulkan Nilai dalam selembar kertas
yang suatu saat akan luntur atau menyerapkan ilmu dalam hati dan pikiran yang
tersimpan sampai mati. Semua kembali pada pilihan Tersurat Atau Tersirat? (*)
