PATI - Berada di Jalan Kembang Joyo, Kelurahan Kalidoro, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, sebelum dibangun menjadi Alun-alun Kembang Joyo, dulunya tanah tersebut adalah tanah carik/bengkok milik Kelurahan Kalidoro. Berhubung Kalidoro berubah status menjadi kelurahan, bengkok tadi pun diambil oleh Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Pati, (Sabtu/12/02/2022).
Pembangunan Alun-alun Kembang Joyo, kurang lebih dimulai sekitar 2020 hingga 2021, setelah itu semua hasil proyeknya diresmikan oleh Pemkab pada Januari 2022. Adapun untuk peresmian keseluruhan pedagang dilakukan pada 19 Januari 2022.
Untuk memasuki area alun-alun baru tersebut, pengunjung diwajibkan membayar sebesar Rp1000 untuk sepeda motor, dan Rp2000 untuk mobil. Beni Arif Nugroho (51) selaku Ketua Pengelola Alun-alun Kembang Joyo menuturkan bahwa untuk sementara ini, belum ada pembatasan pengunjung karena belum ada perintah dari gugus tugas.
Para pedagang diizinkan masuk ke area alun alun mulai pukul 4 sore dan diperbolehkan berdagang hingga pukul 9 malam, untuk hari-hari biasa, sedangkan untuk malam minggu, diperpanjang hingga pukul 10 malam. Tak lepas dari itu, para pedagang dan pengunjung tetap diwajibkan mematuhi prokes, yakni memakai masker dan menjaga jarak.
Para pedagang yang berada di alun-alun ini, dulunya merupakan pindahan dari TPK (Tempat Penimbunan Kayu) Puri. “Jika ingin dagang di Alun-alun Kembang Joyo ini selama kuota masih cukup, itu bisa langsung menghubungi kantor Disdagperin (Dinas Perindustrian dan Perdagangan). Tapi kalau kuotanya sudah penuh ya tidak diperkenankan untuk menampung PKL yang baru, karena ini dibawah naungan Disdagperin,” tutur Beni.
Ira (43), merupakan salah satu warga Kalidoro yang berjualan di Alun-alun Kembang Joyo, tapi sebelumnya dia berjualan di dekat Taman Kalidoro selama satu setengah tahun. “Pendapatan saya perhari tidak bisa ditentukan, kalau pas lagi rame bisa sampai 100 ribu lebih, tapi kalau lagi sepi hanya 50 ribu kebawah. Tapi semenjak pindah ke alun-alun baru ini, pendapatan saya perharinya sudah lumayan meningkat,” ucapnya.
Para pedagang di Alun-alun Kembang Joyo, merasa terbantu karena untuk berdagang di situ, tidak perlu membayar sewa tempat. Hanya diwajibkan membayar uang keamanan sebesar Rp2000, uang sampah Rp2000, dan uang listrik sebesar Rp2000.
"Saya berharap, semoga dengan dibangunnya alun-alun kembang joyo yang ada di kelurahan kalidoro ini, bisa mengangkat ekonomi seluruh PKL yang ada dikabupaten pati yang dulunya terpuruk, supaya bangkit dan berjaya lagi," imbuh Beni.
Reporter: Khoirul Anwar
Editor: Dani dan Uus
